19.3.12

KITA SEMUA GILA

Pemulung jalanan tak ubahnya bagaikan seorang peneliti. Anda yang sedang sibuk meneliti akan tahu persamaannya. Keduanya sama-sama menganggap sesuatu menjadi sangat berarti, meski kebanyakan orang melihatnya biasa-biasa saja. Ya, satu hal yang dibutuhkannya menjadi sangat bernilai. Anda bisa lihat, bagaimana pemulung menganggap serakan kardus atau sampah pelastik sangat berharga. Meski orang lain melihatnya tak lebih sebagai sampah. Kebanyakan orang akan membersihkan lingkungannya dari apa yang mereka anggap sampah. Sebaliknya, pemulung rela berkeliling ke tempat-tempat yang jauh untuk mengumpulkan apa yang dianggapnya bernilai, tidak perduli meski kata orang itu sampah.

Ya, begitu juga halnya dengan seorang peneliti. Segala sesuatu yang dianggapnya masuk dalam lingkup penelitiannya, pasti akan diburu semaksimal mungkin. Seorang peneliti yang profesional siap melakukan sesuatu yang bahkan dianggap kebanyakan orang sebagai satu hal konyol, atau ganjil. Satu hal yang ganjil bagi orang, bagi peneliti bisa jadi satu tantangan yang menyenangkan. Orang yang sedang meneliti satu fenomena kehidupan sosial, umpamanya, jika dibutuhkan paparan data seputar kehidupan prostitusi di masyarakat, ia pun akan melakukan blusukan ke banyak lokalisasi untuk pengumpulan data-data yang dibutuhkannya. Ia tidak akan ambil pusing anggapan miring sebagian orang. Itu dilakukannya demi satu profesionalisme.

Kaitannya dengan profesionalisme, anda yang berteman facebook dengan A.S. Laksana akan melihat kegilaannya mengajak kita untuk terus berlatih menjadi penulis. Bagi penulis yang gemar “membabat” pejabat pemerintah dengan catatannya ini, dunia tulis menulis tak ubahnya tumpukan sampah bagi pemulung jalanan. Hal itu menjadi satu garapan yang tidak perlu menunggu perintah untuk dikerjakan. Laksana tidak mau ambil pusing apakah kita mengikuti anjurannya untuk terus menulis dan menulis, meski tulisan yang jelek sekalipun. Profesionalismenya sebagai penulis mengharuskan hal itu. Saya yakin, bukan dukungan ribuan pengikut yang menggemari status di facebook yang menjadi tujuannya. Mungkin dia juga tidk menjadikan honor tulisan di banyak media sebagai prioritas. A.S. Laksana, menurut penilaian saya, hanya gila menulis. Menulis adalah kehidupannya saat ini. Dia gila menulis. Jika dari menulis dia mendapat honor, itu hal lain.

Kembali tentang penelitian, saat ini sebenarnya saya sendiri sedang gila meneliti. Kajian yang menjadi garapan saya adalah seputar Pembelajaran Bahasa Arab, kaitannya dengan upaya lebih meningkatkan pemahaman Al-Qur’an. Lebih khusus lagi, saya sedang gila-gilanya menela’ah masalah Ilmu Nahwu. Ee.., ternyata saya menemukan banyak keganjilan antara kaidah bahasa Arab dan terapannya dalam Al-Qur’an. Tidak perlu saya kemukakan disini contoh “keganjilan” itu. Dan untuk masalah terakhir ini, mohon jangan langsung menilai saya negatif. Jangan meragukan keimanan saya pada kitab Al-Qur’an. Justru karena keimanan, lah, saya bersikeras memilih tema penelitian ini.

Seperti keganjilan pemulung dan peneliti, juga kegilaan A.S. Laksana, saya pun sering kali mengalami hal serupa. Banyak kawan yang menganggap saya “ganjil” karena menganggap ganjil apa yang mereka anggap biasa-biasa saja. Entahlah, saya sendiri kehabisan cara bagaimana mengolah kata, menyusun kalimat seperti pada statemen terakhir itu: “saya dianggap ganjil karena menganggap hal biasa sebagai satu keganjilan”. Saya lantas tidak mengahruskan anda faham. Tidak faham juga tidak apa-apa. Catatan ini pun, mau anda baca atau tidak, tetap saja saya tulis.

Saya hanya ingin mengatakan bahwa saya sekarang sedang menggilai kaidah bahasa Arab. Ya, saya gila, segila pemulung yang sedang mencari sampah; segila peneliti lainnya yang terus memburu data penelitian; dan mungkin segila A.S. Laksana dengan dunia tulis menulisnya. Dengan logika ini, sebenarnya anda juga sedang gila, kan? Tapi hanya anda yang tahu kemana arah kegilaan anda.

Saya bukan A.S. Laksana yang hobi menganjurkan orang menulis apa saja, bahkan tuisan yang jelek sekali pun. Anda mungkin tidak hobi menulis, hingga anda enggan menuangkan kegilaan ada pada satu hal dalam satu catatan. Atau, mungkin anda sengaja merahasiakan hal tersebut. Artinya, sesuatu yang anda gilai merupakan satu perkara yang tidak etis, untuk diketahui khalayak ramai. Bisa jadi itu merupakan rahasia anda, atau memang karena hal itu , anda tahu, dilarang norma agama. Waba’du, akhirnya cuma anda dan Tuhan anda lah yang tahu pada satu hal yang menjadi kegilaan anda. KITA SEMUA GILA

18.3.12

MUDZAKKAR-MUANNAS DAN MUFRAD, MUTSANNA, JAMA'

1) Mudzakkar dan Muannas

Ditinjau dari jenisnya, Isim terbagi menjadi dua: Mudzakkar dan Muannas.

1. Isim Mudzakkar adalah isim yang menunjukkan pada jenis meskulin.

Seperti:

2. Isim Muannas adalah isim yang menunjukkan pada jenis feminim.

Seperti:

A. Tanda-tanda Isim Muannas

Ada tiga tanda untuk mengidentifikasi Isim Muannas, yaitu:

1. Ta’ Ta’nis mutaharrikah. Contoh:














2. Alif Ta’nis maksurah. Contohnya:














3. lif Ta’nis Mamdudah. Contoh :

B. Macam-macam Isim Muannas

1. Muannas Haqiqi: setiap isim yang menunjukkan pada manusia, binatang dan sebagainya. Contoh:

2. Muannas Majazi: setiap isim yang menunjukkan pada arti feminin secara majazi.

Contoh:

C. Macam-macam Muannas saat bersambung atau tidaknya dengan tanda-tandanya.

1. Muannas Maknawi: adalah setiap isim yang menunjukkan makna feminim secara hakiki tanpa adanya tanda-tanda ta’nis. Contoh:

2. Muannas Lafdzi: adalah setiap isim yang menunjukkan pada makna meskulin, akan tetapi terdapat tanda-tanda ta’nis. Contoh:

Termasuk contoh Muannas Lafdzi adalah:

Maka, meski terdapat tanda-tanda ta’nis, nama-nama tersebut tetap harus dianggap sebagai Isim Mudzakka.

Contoh kalimat yang benar adalah dan bukan

3. Muannas Maknawi-Lafdzi: adalah setiap isim yang menunjukkan makna feminim, dan terdapat tanda-tanda ta’nis. Contoh:


Perhatian:

1. Ada sebagain kata dalam bahasa Arab yang tidak dibedakan anatar mudzakkar dan muannasnya. Kata-kata tersebut, dari kata yang bisa disifati, seperti: ( دلو ), ( سكين ),

( طريق ), ( خمر ); sedangkan dari kata-kata sifat, seperti: ( عجوز ), ( صبور ), ( قتيل ), ( جريح ). Kata-kata tersebut diketahui dari Ma’ajim atau kamus.

2. Ada juga sebagian kata yang tidak ter-muannas-kan; hanya ada mudzakkarnya saja dalam pelafatannya. Seperti: ( حمار ), ( أتان ), ( ضبعان ), ( ضبع ). Sebagaimana pada sebelumnya, kata-kata ini juga diketahui dari Ma’ajim atau kamus.

*****

2) Mufrad – Mutsanna – Jama’

Isim jika dilihat dari bilangannya, terbagi menjadi tiga:

1. Mufrad: adalah isim yang menunjukkan satu kata.

Seperti:

2. Mutsanna: adalah isim yang menunjukkan dua kata.

Seperti:

3. Jama’: setiap isim yang menunjukkan tiga kata atau lebih.

Seperti:

A. Macam-macam Jama’:

1. Jama’ Mudzakkar Salim: adalah isim yang menunjukkan pada lebih dari dua bilangan dengan penambahan huruf waw (و ) dan nun ( ن), atau ya’ (ي ) dan nun (ن ) pada bentuk tunggal (mufrad) nya yang berakal.

Contohnya:





2. Jama’ Muannas Salaim: adalah isim yang menunjukkan pada lebih dari dua bilangan dengan penambahan huruf alif ( ا ) dan ta’ ( ت ) pada bentuk tunggal (mufrad) nya yang berakal.

Contohnya:





3. Jama’ Taksir: adalah isim yang menunjukkan pada lebih dari dua bilangan dengan perubahan bentuknya yang tidak menentu dari bentuk tunggal (mufrad) nya. Dengan kata lain: jika perubahan bentuk jama’ mudzakkar dan muannas salim terjadi secara qiyasi, maka perubahan bentuk jama’ taksir bersifat sima’i; tidak ada ketentuan baku.

Contohnya:





Beberapa Contoh Bentuk Isim Jama’ Taksir

Karena perubahan bentuk jama’ taksir yang bersifat sima’i; tidak ada pola khusus, maka perlu kiranya diketengahkan beberapa contoh isim jama’ taksir yang sesuai dengan pengucapannya di kalangan Arab. Berikut beberapa contoh yang perlu dihafalkan:

أقنعة

أعمدة

أرغفة

أَفْئِدَةٌ

أبحر

أنهر

أعين

أَوْجُهٌ

علية

غلمة

صبية

فِتْيَةٌ

أعلام

أقمار

أنهار

أَصْحاَبٌ

عمد

شهب

سفن

كُتُبٌ

عمى

عرج

صفر

خُضْرٌ

رماة

رعاة

غزاة

قُضاَةٌ

لعب

صور

غرف

حُجَرٌ

أسرى

مرضى

غرقى

جَرْحَى

نفوس

عقول

صدور

قُلُوْبٌ

صغار

حبال

جبال

بِحاَرٌ

محن

منح

نقم

نِعَمٌ

فئران

فتيان

صبيان

غِلْماَنٌ

أذكياء

أغنياء

أقرباء

أَصْدِقاَءٌ

مهرة

سحرة

كتبة

طَلَبَةٌ

كتاب

حجاج

حجاب

خُراَّسٌ

عميان

حملان

كثبان

قُضْباَنٌ

خشع

صوم

سجد

ركَّع

قرطة (جمع قُرْطٌ)

دببة

فيلة

قِرَدَةٌ

مصانع

مدارس

مساجد

مَناَزِلُ

عجائب

رسائل

سحائب

صَحاَئِفُ

أعالي

أعاظم

أكابر

أَفاَضِيْلُ

عواصف

خواتم

قوارب

قَواَفِلُ

مناديل

مزامير

مفاتيح

مَصاَبِيْحُ

أزاهير

أباريق

أغاريد

أَناَشِيْدُ

فوانيس

قراطيس

قناديل

عَصاَفِيْرُ

خطباء

كرماء

عظماء

شُعَراَءُ

أسارى

حيارى

عذارى

صَحاَرَى